Bank Terkemuka AS Goldman: Bitcoin Mencapai Bubble - Ekonomi dan Bisnis

Rabu, 24 Januari 2018

Bank Terkemuka AS Goldman: Bitcoin Mencapai Bubble


Bank Amerika Serikat terkemuka Goldman Sachs menyatakan kondisi mata uang virtual bitcoin kini sudah mencapai bubble atau sederhananya disebut gelembung ekonomi (adalah "perdagangan dalam volume besar dengan harga yang sangat berbeda dengan nilai intrinsiknya".[1][2] (Dalam kata lain: memperdagangkan produk atau aset dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai fundamentalnya.) Kondisi ini adalah ketika harga suatu instrumen investasi melonjak sangat tinggi hingga mengancam stabilitas keuangan.

Bahkan, Goldman Sachs menyatakan bubble bitcoin lebih dahsyat dibandingkan bubble dot-com dan bubble tulip di Belanda yang terjadi pada abad ke-17 lalu. Hal ini diungkapkan Goldman Sachs dalam laporan risetnya kepada investor.

Mengutip CoinDesk, Rabu (24/1/2018), para analis Goldman Sachs memperingatkan terkait peningkatan harga mata uang virtual, termasuk di dalamnya pergerakan harga bitcoin dan ethereum, juga peningkatan harga saham perusahaan-perusahaan yang terkait dengan blockchain.

Salah satu perusahaan yang dimaksud adalah semisal The Crypto Company yang harga sahamnya melonjak lebih dari 17.000 persen sebelum Komisi Bursa Efek dan Sekuritas AS (SEC) mensuspensi perdagangannya.

"Kami menganggap konsep mata uang digital yang didukung teknologi blockchain mempunyai mafaat seperti kemudahan eksekusi secara global, biaya transaksi yang lebih rendah, penurunan korupsi karena semua transaksi bisa dilacak, keamananan kepemilikan, dan sebagainya," tulis Goldman Sachs.

Namun, imbuh Goldman Sachs, bitcoin sebenarnya sama sekali tidak memberikan manfaat tersebut. Satu transaksi bitcoin bisa diproses selama 10 hari dan harganya bervariasi tergantung pusat perdagangannya.

Bahkan, pada tahun lalu, ada perbedaan harga hingga 4.000 dollar AS atau setara sekitar Rp 53,6 juta di antara satu pusat perdagangan dengan yang lainnya pada saat yang sama.

Selain itu, biaya transaksinya juga sebenarnya tinggi. Namun demikian, Goldman Sachs memandang tidak ada risiko bahwa inflasi bitcoin dan mata uang virtual lainnya akan berdampak pada ekonomi AS maupun global.

"Kami tidak meyakini bahwa anjloknya harga bitcoin akan menimbulkan efek besar bagi perekonomian atau pasar finansial global," terang Goldman Sachs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar