Perbedaan Investor (Investasi) dan Trader (Trading) - Ekonomi dan Bisnis

Senin, 22 Januari 2018

Perbedaan Investor (Investasi) dan Trader (Trading)


Untuk anda yang sudah lama bermain di dunia saham, tentunya anda sangat familiar dengan kosakata investasi dan trading. Namun tidak sedikit orang mengaku sebagai investor namun berlaku trading dan sebaliknya begitu sebaliknya, mengaku trader namun berlaku investasi, apalagi para newbie (pemula) yang baru menginjakkan kakinya di dunia saham.

Investasi dan trading adalah metode keuangan untuk menambah kekayaan dengan suatu jangka waktu dengan membeli dan menyimpan sebuah portfolio atau kumpulan aset. Walaupun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan, ternyata investasi saham berbeda dengan trading saham.

Pokok perbedaan mereka adalah jangka waktu; dimana pada investasi fokusnya adalah waktu dengan tempo jangka panjang sedangkan trading adalah transaksi jangka pendek. Hal ini membentuk perbedaan pada strategi, prinsip serta tindakannya. Untuk mengetahui lebih lanjut, telah ada pembahasan untuk masing-masing aktivitas finansial tersebut.

Investasi didefinisikan sebagai tindakan akumulasi suatu bentuk asset dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Dengan kata lain, pada pasar saham, investasi dapat diartikan sebagai kegiatan membeli saham dan kemudian disimpan dan dijual kembali nantinya. Sedangkan trading didefinisikan sebagai berdagang, Jadi seorang trader (Trader adalah seseorang yang memanfaatkan perubahan harga guna mencari keuntungan dalam waktu singkat) akan membeli saham pada harga yang rendah dan jual pada harga yang lebih tinggi. Rentang waktu yang dilakukan biasanya jangka pendek, bisa per 15 menit, 30 menit atau paling lama jangka 1 minggu.

Karena jangka waktunya panjang, investor akan sangat memperhatikan dengan seksama faktor-faktor yang dapat memengaruhi saham tersebut. Mereka tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi harga. Biasanya, yang dibeli adalah saham emiten yang sehat dan kualitas kerja yang baik dengan fundamental yang kokoh. Mereka memfokuskan pembelian saham pada kesehatan perusahaan. Sedangkan trader memfokuskan strategi mereka pada sentimen dan kondisi pasar dibandingkan performa emiten saham yang mereka beli. Jika pasar saham sedang mengalami penurunan akibat situasi politik negeri atau ekonomi global, maka seorang trader tidak akan masuk pasar saham sebelum kondisinya kembali normal. Strategi dan rencana pada seorang trader akan lebih terarah dan jelas karena mereka tidak menahan posisi trading dengan lama. Beberapa strategi ekonomi yang digunakan oleh trader adalah stop loss, target profit dan risk-reward ratio.

Buy and hold adalah prinsip dasar seorang investor. Mereka akan menyimpan investasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun. Mereka hanya akan melepaskan sahamnya ketika tujuan mereka telah terpenuhi atau kualitas emiten mulai memburuk. Biasanya jenis investasi yang dipilih oleh investor memiliki likuiditas rendah. Mereka biasanya menggunakan analisis fundamental seperti price-earnings ratio dan ramalan manajemen untuk membantu identifikasi kinerja perusahaan. Sedangkan prinsip dasar seorang trader adalah buy and sell. Mereka akan selalu memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan dari selisih beli jual tersebut. Mereka menggunakan analisis teknikal untuk mengetahui pergerakan harga saham. Trader akan membeli saham perusahaan yang memiliki potensi kenaikan harga dalam jangka waktu singkat

Risiko yang terdapat pada investasi adalah risiko counter party dan risiko partial fills. Risiko counter party timbul karena ketika anda membutuhkan pihak lain untuk membeli aset ketika anda menjualnya, demikian pula sebaliknya. Sedangkan risiko partial fills adalah risiko yang terjadi apabila aset anda hanya berhasil terjual sebagian. Layaknya investor, trader pun terekspos pada risiko trading yaitu, risiko capital loss dimana harga jual lebih rendah dibandingkan harga beli, risiko kebangkrutan perusahaan. Pada trader, risiko counter party akan lebih rendah, tetapi tetap saja trader tidak dapat mengambil keuntungan sesaat dari penurunan harga drastis (larangan atas short selling).

Sederhananya, perhatikan gambar berikut

Dalam hal contoh, seorang investor yang ingin menanam uangnya pada pembelian tanah, akan memilih tanah yang berkualitas dari sisi ekonomi dengan memperhatikan penjual tanah, sertifikat, lokasi hingga lingkungan sekitar. Kemudian, investor akan membeli tanah tersebut dan menyimpannya hingga saat dia pensiun (contoh tujuan investasi: pendanaan masa pensiun). Investor akan memanfaatkan tanah tersebut dengan cara menyewakannya dan mendapatkan pendapatan pasif berupa ongkos sewa. Sedangkan seorang trader akan membeli tanah ketika mereka mengetahui bahwa akan banyak pembeli tanah dan harga tanah akan segera naik. Kemudian mereka membeli tanah tanpa memperhatikan kualitas tanah, yang penting mereka mempunyai tanah untuk dijual. Mereka menjualnya kembali ketika ada pembeli yang menawarkan harga yang sesuai dengan ekspektasi mereka. Seorang trader akan terus melakukan transaksi jual beli tersebut hingga tidak ada lagi peminat tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar